STRATEGI PENGEMBANGAN MAKANAN KHAS DAERAH DALAM MENINGKATKAN INDUSTRI KREATIF (STUDI KECAMATAN BAKTI RAJA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN)

Penulis : TRISNAWATY, ABDUL KADIR RITONGA, BEJO MULYADI


Abstrak

Makanan khas daerah merupakan komoditas penting dan strategis karena makanan khas daerah adalah kebutuhan pokok manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat. Beragam makanan khas daerah mempunyai prospek yang cukup luas untuk dikembangkan sebagai subtitusi beras, diolah menjadi makanan berkreasi.potensi industri kreatif dan usaha mikro kecil merupakan peluang besar untuk mengembangkan kemandirian pangan suatu daerah berbasis makanan khas daerah. Permasalahannya seperti telah kita rasakan saat ini makanan asing, modern telah banyak di Indonesia memasuki pasar secara global mengalahkan makanan khas daerah berbasis kan potensi pangan lokal. Salah satunya yaitu UKM yang bergerak dibidang makanan. Semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang makanan (food) mendorong lahirnya persaingan di dunia produksi. industri kreatif merupakan konsep yang baru memadupadankan informasi dan kreativitas yang mengandalkan ide, gagasan pengetahuan dari sumberdaya manusia sebagai faktor produksi, terdapat 14 subsektor industri kreatif salah satunya dari subsektor lain yaitu kuliner atau makanan, industri kreatif dikecamatan bakti raja kabupaten humbang hasundutan  merujuk pada industri kreatif bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam mengembangkan produk makanan khas daerah agar terciptanya keanekaragaman pangan, meningkatkan meningkatkan daya saing produk ; lokal dengan produk modern, meningkatkan industri kreatif berbasiskan makanan khas daerah. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) dan metode analisis SWOT. Anallisis SWOT digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dari usaha produksi industri kreatif berbasis potensi pangan lokal di kecamatan bakti raja kabupaten Humbang Hasundutan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pengembangan produk makanan khas daerah dan strategi industri kreatif di kecamatan bakti raja kabupaten Humbang Hasundutan mengalami kendala dalam proses pengembangan. Berikut beberapa alternative strategi para pelaku industri kreatif yang bersifat diferensiasi, intensif, dan integrasi. Diantaranya, mengikuti pelatihan, meningkatkan kualitas produk, melakukan kerjasama dengan pemerintah atau lembaga-lembaga terkait, mengoptimalkan kegiatan produksi, harga terjangkau, memperluas jangkauan pemasaran. Strategi yang digunakan industri kreatif di kecamatan bakti raja kabupaten Humbang Hasundutan dalam penyediaan bahan baku proses produksi

 

Abstract (other language)

Regional specialties are important and strategic commodities because regional specialties are basic human needs which fulfillment are the basic rights of every citizen. Various regional specialties have a wide enough prospect to be developed as rice substitution, processed into creative food. The potential of creative industries and small micro-enterprises is a great opportunity to develop food independence in a regional food-based region. The problem as we have felt today is that foreign, modern food has been widely in Indonesia entering the market globally, beating regional food based on local food potential. One of them is SMEs engaged in food. The increasing number of companies engaged in food (food) encourage the birth of competition in the world of production. creative industry is a new concept that mixes information and creativity that relies on ideas, ideas of knowledge from human resources as factors of production, there are 14 sub-sectors of the creative industry one of them from other sub-sectors namely culinary or food, creative industries in the regency devoted to creative industries foodstuffs. The purpose of this study was to analyze the strategies used in developing regional specialty food products in order to create food diversity, improve product competitiveness, local with modern products, improve creative industries based on regional specialties. Data analysis techniques in this study used a qualitative descriptive approach with field research methods and SWOT analysis methods. SWOT analysis is used to determine the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of the creative industry production potential based on local food in the bakti sub-district of the king of Humbang Hasundutan. The results of this study are the development strategies of regional food products and the strategy of the creative industry in the devoted sub-district of Raja Humbang Hasundutan district experiencing obstacles in the development process. Here are some alternative strategies for creative industry players that are differentiated, intensive, and integrated. Among them, participating in training, improving product quality, collaborating with government or related institutions, optimizing production activities, affordable prices, expanding marketing reach. The strategy used by the creative industry in the devoted sub-district of Raja Humbang Hasundutan district is in the supply of raw materials for the production process

Keyword :

development strategy, regional specialties, creative industries

URL :

http://repository.poltekparmedan.ac.id/?type=detail&id=482


Download File (PDF)