BRANDING KULINER DI KOTA WISATA BERASTAGI KABUPATEN KARO ( STUDI KASUS DI WARUNG WAJIK PECEREN DAN WARUNG SARI TEBU BERASTAGI )

Penulis : ZAITUN, S.PD, M.KES


Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar minat wisatawan yang datang berkunjung ke warung wajik dan warung sari tebu manis sehingga di ketahui apakah kedua tempat tersebut layak di jadikan branding kuliner di kota wisata Berastagi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana menjelaskan kondisi yang sebenarnya yang terjadi di lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, interview dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa secara umum minat pengunjung untuk menikmati menu di warung wajik peceren lebih baik di bandingkan minat pengunjung di warung tebu manis. Harga yang ditawarkan di kedua warung ini sangat relative dan tergolong tidak begitu mahal serta pengunjung yang datang ke warung wajik peceren biasanya membeli wajik yang menjadi ciri khas warung tersebut untuk di bawa sebagai oleh oleh keluarga di rumah sedangkan pengunjung yang menikmati menu di warung tebu manis dimana secara umum pengunjung yang datang hanya menikmati menu yang di tawarkan khususnya air tebu Berastagi dan tidak di bawa pulang sebagai oleh oleh buat keluarga

 

Abstract (other language)

This research was conducted to find out how big the interest of tourists who come to visit wajik stalls and sugar cane juice sweet so that in know whether the two places are worthy made in culinary branding in the city of Berastagi tourism. The method used in this research is qualitative method with descriptive research type which explain the actual condition that happened in the field with data collection technique through observation, interview and documentation. Based on the results of the research can be in the know that in general the interest of visitors to enjoy the menu at the stall wajik peceren better in comparison the interest of visitors in sweet sugar cane stalls. The price offered in these two stalls is very relative and classified as not so expensive and visitors who come to stalls wajik peceren usually buy diamonds that are characteristic of the shop to be brought as by the family at home while the visitors who enjoy the menu at the sweet sugar cane where in general, visitors who come only enjoy the menu on offer, especially Berastagi sugar cane and not brought home as souvenir for the family

Keyword :

branding, culinary

URL :

http://repository.poltekparmedan.ac.id/?type=detail&id=427


Download File (PDF)